SUNGAI KAPUAS INDAH DILUAR RUSAK DI DALAM

Sungai Kapuas merupakan sungai yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km. Sungai ini merupakan rumah dari lebih 300 jenis ikan. Belakangan ini sungai ini tercemar berat, akibat aktivitas penambangan emas di sungai ini. Walaupun telah mengalami pencemaran Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai ini. Sungai ini merupakan sumber mata pencaharian untuk menambah penghasilan keluarga dengan menjadi penangkap ikan.

            Pencemaran merkuri di Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) sudah sangat tinggi. Kandungan merkuri (Hg) mencapai 0,2 ppb (parts per billion) dua kali lipat di atas ambang batas normal. Berkaitan dengan itu, semua unsur pemerintah daerah (Pemda) di Kalimantan Barat (Kalbar) didesak agar lebih serius menanggulangi pencemaran Sungai Kapuas. Jika aktivitas yang memungkinkan terjadinya pencemaran terus dibiarkan, maka akan mengancam kelangsungan hidup manusia dan sumber daya sungai itu sendiri. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memprediksi setidaknya 2,279 kilogram zat merkuri dibuang ke Sungai Kapuas dalam rangkaian praktik penambangan emas tanpa izin yang dilakukan 1.480 kelompok masyarakat.

            Mercuri umumnya berasal dari penambangan emas, baik secara legal maupun ilegal. Ini digunakan penambang guna membersihkan endapan aluvial untuk mendapatkan emas. Akan tetapi, tanpa disadari bahwa merkuri tersebut mengalir ke sungai terdekat, lalu dialirkan menuju Sungai Kapuas. PDAM yang memanfaatkan air di sungai ini sudah mengandung merkuri. Jika tetap dipaksakan untuk dikomsumsi masyarakat, maka sangat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang berakibat pada kematian. Mudahnya merkuri dijual di pasaran Kalbar, baik dalam kemasan kantung maupun botol plastik, turut berdampak mencemari Sungai Kapuas. Harga senyawa yang dipakai untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin ini pun amat terjangkau bila dibandingkan dengan harga emas yang melangit. Merkuri dijual seharga Rp 25 ribu per gram.

            Tidak hanya itu, pencemaran di Sungai ini juga disebabkan karena aktivitas manusia. Perumahan penduduk yang sangat berdekatan dengan sungai mengakibatkan sungai menjadi sasaran pembuangan limbah. Hal ini dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat. Masalah pencemaran air selama ini amat terkait dengan masalah produksi air minum PDAM untuk di konsumsi oleh masyarakat kota dan sekitarnya. Pencemaran Sungai Kapuas berarti ancaman terhadap kualitas air minum penduduk yang selanjutnya merupakan ancaman bagi keberhasilan pembangunan jangka panjang. Sampai hari ini belum terlihat upaya serius dari seluruh jajaran pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Akibat dari pencemaran tersebut akan berdampak pada lingkungan serta manusia, misalnya:

  1. Keanekaragaman hayati kehidupan di sungai menurun akibat pencemaran merkuri.
  2. Terjadi akumulasi (penumpukan) merkuri dalam makhluk hidup di sekitar sungai. yang tidak tercemar limbah tambang.
  3. Fitoplankton merupakan basis rantai makanan sehingga apapun yang mencemari mereka akan masuk dan berdampak ke seluruh rantai makanan.
  4. Kadar merkuri sangat beresiko bagi penduduk setempat maupun penduduk luar yang memanfaatkan air dari sungai Kapuas. Kesehatan penduduk akan terganggu dan menimbulkan efek kronis.
  5. Air menjadi berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga menggangu kenyamanan penduduk yang tinggal di sekitarnya.
  6. Air tidak layak dikonsumsi karena dapat menimbulkan efek racun dalam tubuh serta dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit.
  7. Ikan menjadi sakit dan mati karena tidak dapat hidup di sungai yang tercemar.
  8. Menurunnya produktivitas di perairan tersebut.

Untuk itu diperlukan upaya pengelolaan yang terdiri dari:

  1. Perlu penegakan hukum yang seberat-beratnya terhadap mereka yang menjual merkuri secara ilegal serta yang memanfaatkan merkuri untuk mencari emas di sekitar sungai sehingga pada akhirnya dapat memberikan pembelajaran dan menghasilkan efek jerah agar tidak terulang kembali.
  2. Perlu dilakukan pemantauan kualitas air di sepanjang badan sungai oleh pemerintah dan instansi lingkungan hidup untuk terus memantau kandungan merkuri.
  3. Menyarankan agar masyarakat tidak mengkonsumsi air maupun ikan pada lokasi badan air yang telah tercemar berat oleh merkuri melalui sosialisasi serta menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
  4. Pembuatan kolam atau bak pengolahan limbah cair dengan teknologi yang ramah lingkungan bagi industri.
  5. Dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.
  6. Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Perubahan perilaku masyarakat melalui sosialisasi serta kegiatan serta program yang positif untuk memberikan kesan ke masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam kali.
  7. Pemerintah perlu bertindak cepat dan tidak lamban dalam menangani kasus pencemaran yang terjadi di sungai.
  8. Menghimbau agar PDAM tidak memanfaatkan air yang ada di kali tersebut karena akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.

Mari kita jaga bersama kebersihan sungai – sungai kita,karena sungai yang ada di daerah kita adalah merupakan kepentingan hajat hidup orang banyak.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s